Mukomuko Gelar Rakor dan Singkronisasi Data Pendidikan Untuk SD-SMP

oleh -26 Dilihat
oleh

Berandapublik.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama PGRI Mukomuko dan BPMP Bengkulu gelar Rakor pembaruan data Dapodik, Sarpras tahun 2026 dan sinkronisasi data ke aplikasi Dukcapil.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten bersama PGRI Mukomuko dan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Bengkulu, mengadakan Rakor dan singkronisasi Data pendidikan.

Rapat Koordinasi ini diikuti oleh 144 operator Sekolah Dasar dan 58 operator Sekolah Menengah Pertama se-Kabupaten Mukomuko, bertempat di Hotel Bumi Batuah. Rabu, (19/3/25)

Kegiatan ini fokus pada pembaruan data Dapodik (Data Pokok Pendidikan) Sarpras tahun 2026 dan sinkronisasi data ke aplikasi Dukcapil.

Bupati Mukomuko, Choirul Huda dalam sambutannya berpesan, agar acara ini diikuti dengan serius dan konsisten meskipun sedang berpuasa.

“Saya berharap acara ini diikuti dengan serius dan konsisten walaupun sedang puasa,” ujar Bupati.

Bupati juga menyampaikan, bahwa operator sekolah memiliki peran krusial dalam memastikan keakuratan data pendidikan. “Operator merupakan keterampilan yang harus terus diasah dan diulang. Semakin banyak kita mengulang, semakin mahir kita,” tambahnya.

Huda juga menyoroti pentingnya data pokok pendidikan yang selalu terus diperbarui.

“Data pokok itu sangat penting dan harus terus di-update karena dari situlah negara mengambil kebijakan. Negara ingin melangkah bersama, baik di kota maupun di desa dan pelosok. Kelengkapan sarana prasarana (sapras) harus sama dan sejajar, baik di kota maupun di desa,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa operator sekolah adalah cikal bakal kontributor bagi kemajuan negara. “Saudara operator ini adalah cikal bakal untuk memberikan kontribusi bagi negara kita yang lebih baik. Data yang diolah oleh saudara merupakan data yang digunakan untuk menentukan kebijakan,” kata Huda.

Pada kesempatan ini, Choirul Huda menyampaikan visi besar pemerintah dalam mengarahkan generasi muda. Menurut Huda, Sekarang ini negara sedang mengubah arah bangsa. Pendidikan Indonesia akan menuju negara yang mengelola mineral dan sumber daya alam yang sangat banyak. Generasi muda diarahkan bukan lagi berlomba untuk jadi ASN. Namun diarahkan untuk menjadi SDM handal, pengelola sumber daya alam negara ini. Tujuannya agar Indonesia menghasilkan barang jadi, bukan lagi bahan mentah yang dijual ke luar negeri.

Menutup sambutannya, Bupati menyampaikan pantun:
“Ikan gabus ikan lele, untuk pekerjaan ini yang serius le.”

Pantun ini menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk tetap fokus dan serius dalam menjalankan tugas sebagai operator sekolah. Kegiatan ini juga menjadi ajang peningkatan kapasitas bagi operator sekolah dalam mengikuti perubahan sistem Dapodik. Dengan data yang tepat, diharapkan pemetaan mutu sekolah dan perencanaan program pendidikan dapat lebih efektif, mendorong peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.(mnr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *