Video Bupati Mukomuko Menjelekkan Dewan, Diputar Dalam Rapat Paripurna

oleh -141 Dilihat
oleh

Berandapublik.com – Beredar video pendek yang berisi penyampaian Bupati Mukomuko Sapuan, dalam sebuah pertemuan yang diduga dengan tokoh masyarakat dan Kades se-Kecamatan Teramang Jaya.

Dalam Video yang berdurasi 06.50 menit tersebut, terlihat Bupati berapi-api dan terang-terangan menyampaikan keburukan kinerja DPRD Mukomuko. Salah satunya adalah masalah peruntukan Pokok pikiran (Pokir) yang diklaim tidak sesuai aturan.

Parahnya lagi, Bupati mengatakan bahwa anggota DPRD tidak berpikir untuk membangun daerah.

‘’Ini kerja-kerja dewan, bukannya ngusulkan apa yang diusulkan pak Kades. A yang bapak usul giliran kerjanya B. Mungkin Kades ngusulkan jalan A, bukan A yang dikerjakan, jalan kekebun dia (Dewan-red) sendiri, kalau nggak tebing samping rumahnya dikerjakan. Kalau enggak kandang kerbau, sapinya,’’ sampai Bupati dalam Video itu.

Bupati juga mengatakan, bahwa Pokir  Dewan Mukomuko tidak sesuai apa yang diharapkan masyarakat dan aturan yang ada.

Beredarnya video tersebut mendapat reaksi dari para anggota Dewan Mukomuko, bahkan persoalan itu dibawa ke dalam rapat paripurna ketiga yang dihadiri Bupati Sapuan, dilaksanakan pada senin (8/1/24) Sore.

Salah satu anggota dewan dari partai Golkar, Suntoko meminta Bupati Sapuan untuk mengklarifikasi video yang diputar dalam rapat paripurna itu yang diamini para anggota dewan Mukomuko.

Setelah mendengarkan dan menyaksikan video yang ditayangkan, untuk mengklarifikasi sesuai permintaan Dewan, Bupat meminta waktu dan meminta diagendakan pertemuan secara khusus kepada seluruh anggota Dewan Mukomuko. Akhirnya rapat paripurna pun harus diagendakan ulang.

M Ali Saftaini, Ketua DPRD Kabupaten Mukomuko mengtakan, dirinya mengaku kaget dan saat ini pihak DPRD sendiri belum mengambil sikap adanya video yang beredar.

” Kami akan melakukan rapat intern secara kelembagaan, untuk mengambil sikap terkait dengan video yang viral dan tadi sudah kita dengarkan bersama – sama. Pihak DPRD juga telah menyetujui permintaan dari Bupati untuk meminta waktu mengklarifikasi video yang beredar.” terang M Ali Saftaini.(wr1/ mnr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *