Tiga Warga Rejang Lebong Ditangkap Polisi, Diduga Pengedar Uang Palsu

oleh -53 views

Berandapublik.com – Uang Palsu kembali beredar di masyarakat. 3 orang pengedar berhasil ditangkap polres Kepahiang Polda Bengkulu.

Ketiga orang tersebut inisial FH ( 36 ), AYP (21) dan ES (35) tercatat sebagai warga Kabupaten Rejang Lebong ( RL ).

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Kepahiang Polda Bengkulu AKBP Yana Supriatna, S.Ik didampingi Wakapolres Kompol Jufri, S.Ik, saat press conference di Mapolres Kepahiang. Jumat, (22/07/22) kemarin.

” Ketiga tersangka kita tangkap setelah mendapat laporan dari korban Febry Anjas Susanto, ” Ungkap Yana Supriatna.

Kapolres Kepahiang menjelaskan, dalam melakukan aksinya ketiga tersangka mengedarkan uang palsu tersebut diketahui pada hari Selasa tanggal 19 Juli 2022. Sekira Pukul 20.00 WIB korban menjual handphone merk Realme C15 kepada seseorang yang tidak dikenalnya.

Setelah terjadi transaksi jual beli seharga Rp1.400.000 ribu, handphone sudah diberikan kepada pembeli. Pada saat korban pulang kerumahnya, korban mengecek uang hasil penjualan handphone tersebut. Ternyata uang tersebut memudar dan terdapat uang yang sobek.

” Ketiga tersangka kami tangkap tanggal 21 Juli 2022 sekira pukul 16.30 WIB di kediaman masing-masing.” tambah Kapolres Kepahiang.

Sumber foto : Humas Polda Bengkulu

Selain itu Kapolres Kepahiang mengatakan, dari tersangka pihaknya menyita barang bukti berupa Uang Palsu Senilai Rp36.350.000 ribu, 1 Unit Printer merk Epson warna hitam, 1 Unit Netbook merk Toshiba warna hitam, Kertas HVS merk Sidu, 3 Unit Handphone (Milik Tersangka), 1 Unit Gunting, 1 Unit Pisau Carter, 1 Unit Handphone Realme C15, 1 Unit Penggaris Besi, 1 Buah Tas Sandang Warna Abu Abu Hitam, serta 2 Botol Tinta merk Epson.

” Selain menyita barang bukti dari ketiga tersangka, kami juga menyita barang bukti dari korban berupa Uang palsu sebesar Rp1.400.000 ribu, serta uang asli sebesar Rp200.000 ribu, ” Kata Kapolres Kepahiang.

Menurut Kapolres Kepahiang, ketiga tersangka akan dijerat dengan pasal 36 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) undang – undang Republik Indonesia RI nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman 15 tahun dan denda paling banyak Rp50.000.000.000 M.(mag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.