THLT Satpol PP Lebong Mengaku, Tak Terima Gaji Full Seperti Hasil Audiensi Dengan Bupati

oleh -327 views

Berandapublik.com – Kasus pengancaman dengan kekerasan yang dilaporkan Kasubag Perencanaan dan Keuangan Satpol PP Lebong, Ratna Sari terhadap Kasatpol PP mulai menguak persoalan baru.

Beberapa Tenaga Harian Lepas Terdaftar di Kantor Satpol PP Lebong mulai mengaku pembayaran gaji pokok mereka tidak dibayar full.

Salah satu anggota Satpol PP Lebong yang enggan namanya dimuat mengatakan, seharusnya gaji pokok mereka bertambah dalam APBD-P 2022, sesuai hasil audiensi dengan Bupati Lebong Kopli Ansori, beberapa waktu lalu.

“Untuk gaji pokok Rp 500 ribu sudah dibayar. Tinggal untuk gaji bulan 11 dan 12 lagi,” ungkap sumber. Rabu (22/11/22) kemarin

Menurut sumber, berdasarkan hasil pertemuan pihaknya dengan DPRD Lebong dan TAPD, disepakati anggaran THLT Satpol PP Lebong semula Rp500 ribu ditambah Rp400 ribu, Sehingga totalnya menjadi Rp900 ribu per bulan.

Selain itu ia mengaku, para THLT yang bergerak di bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Satpol PP ini juga ditambah uang piket (uang lembur-red) sebesar Rp200 ribu danbuang maka Rp100 ribu per bulan.

“Kami masih ingat, dari DPRD menyampaikan langsung sama kami, untuk gaji pokok itu Rp900 ribu. Uang piket dan uang makan sebesar Rp300 ribu,” jelas Sumber.

Masih menurut Sumber, kenyataan yang ada saat ini berbanding terbalik dengan realisasi. Sekitar 145 orang THLT Satpol PP Lebong hanya menerima gaji pokok sebesar Rp500 ribu per bulan Oktober. Sedangkan uang piket dan uang makan, belum diterima sampai saat ini.

“Memang seperti itu. Dari Kantor Satpol PP anggarannya tidak cukup. Sebelum APBD Perubahan sampai sekarang,” tambah Sumber.

Lebih jauh Sumber mengatakan, gaji pokok yang dibayarkan sebesar Rp500 ribu per bulan itu tidak wajar dibandingkan dengan resiko yang dihadapi para THLT di lapangan.

Inilah menurut Sumber, menjadi dilema para tim Damkar ketika dan personil Satpol PP saat turun ke lapangan.
“Yang lebih miris lagi kami disuruh piket, tapi gaji pokok kami habis di jalan.” tutup Sumber.

Jika sekilas mengungkap keterangan Kasubag Perencanaan dan Keuangan Satpol PP Lebong, Ratna Sari yang mengaku memang sudah ada silang pendapat sehubungan pengalihan mata anggaran.

Tenaga Harian Lepas Terdaftar (THLT) Satpol PP Lebong menerima gaji dari Rp500 ribu menjadi Rp 900 ribu per bulan, ditambah dengan uang piket sebesar Rp200 ribu per bulan. Penerimaan anggota THLT Satpol PP Lebong per bulan itu Rp 1.1 juta per bulan. Setelah Bupati Lebong Kopli Ansori menerima audiensi para THLT Satpol PP Lebong.

“Itu dianggarkan penambahan Rp 600 ribu dengan rincian penambahan honor Rp400 ribu dan uang piket Rp 200 ribu terhitung bulan Juni sampai Desember 2022,” ujar Ratna Sari. Senin (21/11/22) lalu.

Hanya saja Kata Ratna Sari, uang sebesar Rp200 ribu untuk uang piket THLT dari bulan Juni sampai Desember itu, diduga dialihkan sepihak oleh Andrian Arisetiawan, pada waktu itu masih menjadi Kabid Tibum.(jms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.