Tanggapi Keluhan Kelangkaan Pupuk, Ketua DPRD Lebong dan Rombongan Sidak Kios Pengecer

oleh -141 views

Berandapublik.com – Dilaporkan pupuk subsidi langka di Kecamatan Lebong Sakti, Ketua DPRD langsung tinjau Kios pengecer.

Ketua DPRD Lebong Carles Ronsen, langsung bereaksi begitu menerima laporan dari seorang petani tentang kelangkaan pupuk subsidi saat meninjau kesiapan Musim Tanam Satu (MT1) di Desa Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti, Kabupaten Lebong, Selasa (1/11) kemarin.

Kunjunan Ketua DPRD Lebong ini didampingi Plt Kadis Pertanian dan Perikanan Hedi Parindo beserta jajaran, Plt Kadis Kominfo SP Lebong, Danial Paripurna serta Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Lebong, Hendera.

Seorang petani bernama Yani warga Ujung Tanjung II Kecamatan Lebong Sakti, langsung menyampaikan keluhan langkanya ketersediaan pupuk saat menyambut MT1 yang tengah dicek Ketua DPRD Lebong dan rombongan.

“Iya pak, saat ini kami masih terbatas mendapatkan pupuk bersubsidi.” ujar Yani

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Lebong, Carles Ronsen, langsung mengajak rombongan meninjau kios pupuk bersubsidi di Kecamatan Lebong Sakti. Setelah berbincang dengan pemilik kios, tentang kuota pupuk subsidi, Carles Ronsen meninjau gudang kios, memastikan ketersediaan pupuk di wilayah ini.

“Kita sudah cek di lapangan, banyak yang mengeluh pupuk langka. Tapi saat kita datang ke kios, masih banyak petani yang belum menebus. Saya tadi sudah minta untuk agen dan Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan-red) Lebong untuk diperhatikan,” ujar Carles kepada awak media.

Carles juga menyampaikan, petani yang belum masuk dalam kelompok tani, juga yang menjadi kendala. Harapannya begitu ada informasi seperti itu, pastikan petani itu masuk ke kelompak tani atau tidak.

Selain itu menurut Carles, Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk yang ada di Lebong sudah sesuai dengan harga pemerintah.

“Kita sudah minta dinas pertanian menerjunkan timnya agar tetap memantau ketersediaan pupuk dan MT1.” tutup Carles.

Sementara itu, Plt Kadis Pertanian dan Perikanan Lebong, Hedi Parindo mengatakan, distributor hanya menyalurkan pupuk bersubsidi ke pengecer, sesuai kebutuhan pupuk setiap kelompok tani yang tertuang dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Menurut Hedi Parindo, masing-masing Gabungan kelompok tani (Gapoktan) wajib membuat RDKK berdasarkan luas areal sawah setiap petani.

“Kita sudah antisipasi dari awal apa yang perlu disiapkan. Mulai dari menyiapkan SK realokasi kuota pupuk subsidi dan nonsubsidi. Insya Allah MT1 tahun ini tidak ada kendala.” pungkas Hedi Parindo.(jms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.