Soal Sungai Tercemar di Lagan Ulu, DLH Tanjab Timur Menunggu Laporan Resmi Desa

oleh -79 Dilihat
oleh

Berandapublik.com – Masih soal Sungai Lagan khususnya yang berada di wilayah RT 18 Dusun Geragai Desa Lagan Ulu Kabupaten Tanjung Jabung Timur diduga tercemar.

Timbulnya dugaan itu karena pada beberapa waktu lalu air dari Sungai Lagan mengeluarkan aroma bau busuk dan ditemukan ikan-ikan yang mati mengambang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Adil P. Aritonang ketika dikonfirmasi awak media ini, menyarankan pihak desa agar melaporkan secara resmi jika dugaan tercemarnya sungai tersebut.

“Laporannya kami tunggu,” kata Adil melalui Whatsapp, Kamis (23/11/2023) sore.

Disinggung apakah DLH harus menunggu laporan dahulu baru bertindak, menurut Adil, Standar Operasional Prosedur (SOP) DLH memang begitu.

“Untuk SOP-nya memang begitu,” jelas Adil.

Pihak DLH Tanjung Jabung Timur tidak mempersulit keadaan. Dikatakan Adil, untuk mempermudah, surat laporan itu pun cukup dikirim lewat Whatsapp tidak masalah.

“Cukup surat dikirim via WA pun tidak apa apa,” ucapnya.

Sebelumnya diketahui, Kepala Desa (Kades) Lagan Ulu, M. Zia Ulazmi turun ke lokasi Sungai Lagan di RT 18 Dusun Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi yang diduga tercemar, Selasa (21/11/2023) lalu.

Dalam kunjungan Kades Lagan Ulu ke Lokasi yang diduga tercemar itu, ia mengakui kalau air sungai itu berbau.

“Setelah kita cek, khususnya di wilayah Dusun Geragai, memang terlihat sungainya berbau,” kata Zia.

Zia juga mengatakan, berdasarkan keterangan warga di RT 18, banyak ikan yang timbul di permukaan sungai karena mati, namun belum bisa dipastikan penyebab ikan yang mati di sungai tersebut.

“Kita belum tahu juga matinya karena apa, apakah limbah perusahaan ataukah karena yang lainnya,” jelas Zia.

Lebih lanjut Zia mengatakan, pihaknya akan berusaha menyampaikan keadaan Sungai Lagan tersebut khususnya yang berada di wilayah Dusun Geragai kepada pihak terkait, misalkan Dinas Lingkungan Hidup.

Akan tetapi, sambung Zia, pihak Desa Lagan Ulu akan melihat dahulu di wilayah mana saja air yang tercemar.

Zia berpesan kepada masyarakat yang mendapatkan ikan di Sungai Lagan, apabila mendapatkan ikan yang sudah mati mengambang di permukaan air jangan dikomsumsi.

“Sementara ini, masyarakat jangan mengkonsumsi, karena kita belum tahu apakah ikan tersebut terinfeksi dengan limbah ataupun hal-hal yang membuat ikan tersebut mati,” ungkap Zia.

Kepala Dusun Geragai, Toni yang mendampingi Kades Lagan Ulu menjelaskan bahwa di Dusun Geragai khususnya di RT 18 masyarakat masih menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari.

Saat air pasang besar kata Toni, air yang berasal dari sungai meluap dan masuk menyatu ke sumber-sumber air lainnya, seperti sumur masyarakat.

Toni berharap adanya perhatian dari pihak-pihak yang menangani persoalan ini.

“Harapan saya dengan adanya persoalan ini, kepada pihak-pihak terkait khususnya yang menangani masalah ini mohon perhatian dan bantuan untuk masyarakat Dusun Geragai,” pungkas Toni.(pbp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *