Perkara Pinjaman Uang 3,6 Miliar, Rosjonsyah Pilih Tak Serahkan Bukti di Persidangan

oleh -269 views

Berandapublik.com – Sidang lanjutan dengan agenda penyerahan dan pemeriksaan bukti-bukti dari penggugat dan tergugat, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tubei, sekitar pukul 09.00 WIB. Selasa (15/11/22) .

Sebelumnya, sidang gugatan Kontraktor, Abdul Gamal, ditunda usai para pihak tidak hadir dalam sidang lanjutan, pada Selasa (8/11) lalu.

Untuk diketahui, perkara ini berawal dari adanya peminjaman uang kontraktor sebesar Rp3,6 Miliar, yang saat ini belum dibayar tergugat Rosjonsyah, pada saat itu menjabat sebagai Kepala Daerah. Karena dasar itu, Direktur PT Aldi Karya, Abdul Gamal melakukan gugatan.

Sidang lanjutan hari ini, untuk para tergugat, yakni tergugat 1 Rosjonsyah. Dihadiri kuasa hukumnya, Meldianto dan kawan-kawan.

Tergugat 3 BPK Provinsi Bengkulu, Tergugat 4 Kejari Lebong, yang diwakili Kasi Pedata dan Tata Usaha Negara (Datun) Ferdy Setiawan, serta tergugat 2 dan 5 (BKD Lebong dan Sekda Lebong), yang diwakili kuasa hukumnya, Afrinaldi Murlius.

Sedangkan pihak penggugat dihadiri tim kuasa hukumnya, Achmad Zaini Ichwan Salatalohy dan Bilal Akbar Fadil.

Pantauan di lapangan, sidang kali ini hanya penggugat, tergugat 3 dan tergugat 4 yang mengajukan bukti. Sedangkan, tergugat 1 Rosjonsyah tidak sama sekali memberikan bukti. Begitupun tergugat 2 dan 5.

Terpisah, Kuasa hukum Abdul Gamal yakni Achmad Zaini Ichwan Salatalohy dan Bilal Akbar Fadil membenarkan jika agenda sidang pada ini, penyerahan penerimaan bukti-bukti.

Namun, kata dia, pihaknya akan memberikan penjelasan detail terkait perkara ini, pada sidang lanjutan dengan menghadirkan saksi.

“Untuk agenda selanjutnya, keterangan saksi dari penggugat. Untuk saksi kami siapkan 4 saksi tapi hakim minta untuk diperiksa 2 saksi terlebih dahulu,” kata Achmad Zaini.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Abdul Gamal, Darmanto Hadi dalam pokok perkaranya menjelaskan, perjalanan awal mengapa kliennya yang pada saat itu sebagai Direktur PT Aldi Karya, berani meminjamkan uang sebesar Rp3,6 Miliar tersebut.

Saat itu Abdul Gamal bertemu dengan tiga orang, berinisial ER selaku Kadis salah satu instansi terkait, WM selaku Kepala Badan salah satu instansi, dan RJ selaku kepala daerah.

ER dan MW menyampaikan, rencana peminjaman uang kepada Abdul Gamal sebesar Rp3.611.000.000 yang digunakan untuk membayar Tuntutan Ganti Rugi (TGR) tahun 2016, yang tidak dijelaskan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mana saja. Bahkan, ia mengklaim uang tersebut dijamin RJ untuk dikembalikan kepada kliennya.

Namun, tudingan itu dibantah Pengacara Rosjonsyah, yakni Meldianto. Ia membantah tudingan Abdul Gamar melalui kuasa hukumnya terkait keterlibatan kliennya dalam pertemuan dan menjamin uang pinjaman sebesar Rp 3,6 Miliar pada tahun 2017 lalu.

Termasuk terlibat pertemuan antara kontraktor dengan ER dan WM (pejabat eselon II) di salah satu rumah makan di lapangan Golf, Kota Bengkulu.

“Kalau terkait hal itu tidak benar. Tidak ada pertemuan,” ujarnya.

Bahkan, ia juga menepis jika kliennya menjamin akan mengembalikan uang Rp 3,6 Miliar dari kontraktor tersebut.

“Tidak pernah ada pembahasan dinda.” pungkas Meldianto.(jms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.