Pameran Produk Premium Korea Selatan yang Jembatani Kerjasama Korea-Indonesia

oleh -77 views

Berandapublik.com – Jakarta International Premium Products Fair (JIPREMIUM) 2022 kembali menghadirkan lebih dari 300 stan produk premium asal Korea Selatan, Indonesia dan beberapa negara lainnya yang merupakan bentuk kerjasama antara Korea dan Indonesia untuk saling menopang perekonomian kedepannya.

JIPREMIUM 2022 dimeriahkan dengan rangkaian talkshow dan seminar dari deretan pemangku kepentingan yang diorganisir oleh konsultan pemasaran ternama, MarkPlus Corp pada 10-12 November 2022 di Hall A Jakarta Convention Center (JCC).

Pembukaan JIPREMIUM 2022 di hari pertama, seminar dan talkshow sesi Korea-Indonesia Collaboration: Empowering Global Trade to Boost The Economy disambut oleh Setyono Djuandi Darmono selaku Chairman of Korea Indonesia Management Association (KIMA) & Jababeka Group, Janghee Lee selaku Director General Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA) Jakarta.


H.E Umar Hadi selaku Director General for American and European Affairs selaku Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia & Former Ambassador of the Republic Indonesia to the Republic of Korea (2017-2021), dan Hermawan Kartajaya selaku Co-Founder of Korea Indonesia Management Association (KIMA) & Founder and Chairman of M Corp.

“Dengan konsep yang tepat, JIPREMIUM dapat membawa kemitraan yang baik antara Korea dan Indonesia. Bisnis akan terus berjalan dengan kesempatan yang baik untuk menghasilkan pemasukan yang baik pula. Perbedaan Indonesia dan Korea cukup kontras, mulai dari demografi hingga daya juang masyarakat. Oleh karena itu, kita dapat memanfaatkan perbedaan ini untuk menjalin hubungan kerja sama yang kuat kedepannya dengan harapan dapat menciptakan lapangan kerja.”
ujar Setyono Djuandi Darmono, yang akrab dipanggil Darmono ini.

Kesempatan kerjasama yang dijalin dapat menggaet keuntungan bagi Indonesia tersendiri, sebagai Director General Korea Trade-Investment Promotion Agency (KOTRA) Jakarta, Janghee Lee menyampaikan “Implikasi bagi Indonesia dari kerjasama ini dapat mendukung UMKM, mendorong investasi teknologi, mengoptimalkan kembali peraturan dan kebijakan, menarik investasi asing, merangkul keberlanjutan kerjasama, mendesain ulang zona industri, bymembangun infrastruktur digital nasional.”
kata Janghee Lee

Konsep Business to Business (B2B) di JIPREMIUM menghubungkan para pengunjung dengan pemilik stan untuk menjalin kerja sama seperti peluang investasi, impor ekspor, distributor, reseller dan lain sebagainya. Berbeda dengan brand asal Korea yang saat ini belum memiliki izin jual beli produk secara retail di Indonesia, sedangkan peserta stan dari Indonesia diizinkan untuk melakukan penjualan Business to Customer (B2C).

Director General for American and European Affairs dan Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia, H.E Umar Hadi mengatakan,
“Kami memiliki gagasan yang sangat jelas tentang masa depan yang menjanjikan untuk kerjasama Indonesia – Korea. Alasannya, masyarakat Indonesia dan Korea memiliki gaya hidup yang berbeda bila dikaitkan dengan pekerjaan. Demografi Korea yang berbanding terbalik dengan Indonesia, lebih dari 50% penduduk Indonesia berisikan Gen Z dan selalu bertambah, sedangkan di Korea sendiri berkurang 500 penduduk setiap tahunnya.” ujar H.E Umar Hadi.

Selain dari sesi Korea-Indonesia Collaboration: Empowering Global Trade to Boost The Economy, kemeriahan seminar dan talkshow diisi dengan topik lainnya seperti Beauty Business: Innovation Through Generation, Future of Marketing in Metaverse Era, Marketing Trends in Society 5.0, The Future of Toys and Gaming : How Technology Is Evolving People’s Play, A Risk Free Alternative to Implement IT Software Systems, dan Unveiling The Uniqueness of Indonesia Through Sustainable Product.

Perkembangan industri pemasaran dan teknologi yang saling berkaitan, dikupas dari berbagai sudut pandang di JIPREMIUM 2022, seperti Marketeers sebagai perusahaan media, Socaiti sebagai perusahaan pengembangan teknologi Artificial Intelligence, Dentsu sebagai perusahan periklanan dan hubungan masyarakat, Sayurbox sebagai kanal belanja groceries, dan Pinhome sebagai kanal informasi real estat.
“Walaupun marketing saat ini berkembang secara digital, namun human behaviour tidak akan tersingkirkan dari teknologi. Mengikuti perkembangan Gen Z, adaptasi pemasaran yang dilakukan bisa dengan membuat konten edukatif dan soft-selling.” ujar Fibriyani Elastria selaku CMO Pinhome.

Sesi The Future of Toys and Gaming : How Technology Is Evolving People’s Play menghadirkan pembicara Sutjadi Lukas selaku Ketua Umum Asosiasi Mainan Indonesia (AMI), Marvin Yulian selaku Vice President of Marketing UNIPin, dan Iskandar Ramli selaku CEO and Founder Metaco.

JIPREMIUM 2022 telah menjadi gelaran kelima yang diselenggarakan oleh COEX bersama KITA (Korea International Trade Association) dan PT Aremgo Grafindo dengan kehadiran lebih dari 15.000 pengunjung.(rls/mag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.