Musim Tanam Ke II 2022, Kelompok Tani Talang Ilo Membersihkan dan Membuka Pintu Air Tebat Besar

oleh -85 views

Berandapublik.com – Menghadapi Musim Tanam (MT) ke II tahun 2022 Kelompok Tani Talang Ilo Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Singaranpati membersihkan siring primer dan membuka pintu Air Tebat besar dari Danau Dendam Tak Sudah. Sekira pukul 09.00 WIB. Rabu, 20/7/22.

Beberapa waktu lalu, Siring Primer Tebat besar dari Dendam Tak Sudah ini ditutup sementara, karena ada perbaikan saluran irigasi dari Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pertanian Kota yang dilaksanakan oleh Kelompok Talang Ilo yang sudah selesai.

Sebelum Pintu air Tebat Besar ini dibuka maka dilakukan pembersihan saluran siring primer ini terlebih dahulu.

Saat diwawancarai, Ketua Kelompok Tani Talang Ilo, Heryadi Yahya mengatakan, Pembersihan Saluran Siring Primer ini dilaksanakan agar air dapat dialirkan ke siring sekunder. Dikarenakan para petani padi sawah akan memulai mengolah lahan sawah untuk musim tanam ke II tahun 2022.

Heryadi Yahya mengatakan, diagendakan pada musim tanam ke II tahun 2022 ini Walikota Bengkulu Helmi Hasan akan melakukan tanam perdana di salah satu lahan kelompok tani Talang Ilo, yang rencananya akan dilaksanakan bulan Agustus mendatang.

” Kita akan mulai melakukan pengolahan lahan. jadi kita hari ini membersihkan Saluran air sekaligus membuka pintu air Tebat besar dari Danau Dendam. Rencananya di bulan Agustus mendatang pak walikota, Helmi Hasan, akan melakukan tanam perdana di kelompok tani talang ilo,” kata Heryadi Yahya.

Masih Kata Heryadi Yahya, Dengan dibersihkannya saluran siring primer dan dibukanya pintu air Tebat Besar dari danau dendam tak sudah ini, petani diharapkan dapat serentak mengolah sawah di musim tanam ke II tahun 2022 ini.

Informasi yang diterima, Aliran air tebat besar ini jika dibuka, akan mengairi lahan sawah di dua kelurahan, yakni lahan sawah di kelurahan Dusun Besar dan sebagian lahan sawah di kelurahan Panorama.

Pantauan awak media di lapangan, di sepanjang aliran siring Primer ini banyak sampah yang disinyalir dari sampah rumah tangga. ketika dimintai keteranganya, Ahmad Sukri, SH, Lurah Kelurahan Dusun Besar mengatakan,

” Sampah masyarakat yang ada di aliran siring primer ini diduga berasal dari drainase Timur Indah, Padang Nangka dan dari Muhajirin. Sehingga sampah tersebut hanyut ke pintu air yang ada di belakang pesantren Darussalam. jika air banjir sampah itu naik ke siring primer dan bisa masuk ke Danau Dendam kalau pintu air terbuka,” kata Ahmad Sukri.

Ahmad Sukri juga mengatakan, dari kelurahan sudah menghimbau agar masyarakat agar tidak buang sampah sembarangan. Namun mungkin tingkat kesadaran dinilai kurang, maka sampah masih menjadi permasalahan.

” untuk mencegah agar tidak terjadi penumpukan sampah di aliran siring primer ini, ide dari beberapa kelompk tani kedepannya akan dibuat jeruji penahan sampah. jika air banjir sampah akan tertahan di belakang pesantren Darussalam,” imbuh Ahmad Sukri.

Menyinggung adanya semak belukar di sepanjang aliran siring Primer ini lurah menerangkan, tidak ada dana pemeliharaan dari Kelurahan.

Menghadapi musim tanan ke II tahun 2022, harapan lurah Dusun Besar senada dengan harapan Heryadi Yahya. Agar petani lebih kompak menyamakan waktu tanam, nantinya akan berimbas pada tahap pemeliharaan.

” jika waktu tanam serentak, air dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin serta pengendalian hama dapat diatasi bersama. Baik itu hama tikus maupun hama burung. Selain itu masalah air, jika waktu tanam serentak maka air bisa dibuka saat dibutuhkan dan akan ditutup saat tidak diperlukan,” tutup Ahmad Sukri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala BPP Kecamatan Gading Cempaka Nursipah, S PKP beserta PPL Kecamatan singaranpati, Ketua Kelompok Tani dari Kelurahan Dusun Besar dan Panorama beserta Anggota.(mag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.