Meski Teken Kesepakatan Bersama, Kepemimpinan KNPI Lebong Tetap Dualisme

oleh -40 Dilihat

Berandapublik.com – Baru saja kemarin diberitakan bahwa Pemkab Lebong mempertemukan dan menyatukan dua kubu kepemimpinan KNPI Lebong, dan dinyatakan bersama menjadi satu naungan ketua.

Akan tetapi awak media ini juga menerima informasi dari Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Lebong, versi Ahmad Fikri.

Dia membantah adanya kesepakatan penyatuan dualisme KNPI di Kabupaten Lebong, meskipun sudah menandatangani Surat Perjanjian Kesepakatan Bersama tertanggal 9/12/ 2022 lalu.

Dalam rilisnya, yang diterima awak media berandapublik.com Lebong, Ketua KNPI versi Ahmad Fikri mengatakan bahwa surat kesepakatan yang diteken itu, untuk kepentingan dana hibah yang digelontorkan di Dinas Parpora Lebong.

“Awalnya surat itu untuk memastikan dana hibah tersebut cair. Syaratnya (pimpinan) akan tandatangan jika ada surat 2 KNPI menyatu. Maka dari itu saya setuju. Mengingat dana tersebut untuk kepentingan Pemuda Lebong demi Kabupaten Lebong. Tapi pada saat itu, saya sepakat hanya sebatas tandatangan saja. Untuk penyatuan KNPI, jika saat ini Versi Apriantono menyebut adanya penyatuan, saya dengan tegas menolak,” tegas Fikri. Senin, 9/1/23.

Dia juga mengaku, prosedur dana hibah itu masih perlu dievaluasi dan dia keberadaan KNPI ada dua.

“Di pusat saja dana hibah tidak dapat dicairkan karena KNPI itu ada beberapa kubu, apa lagi di kabupaten,” sambungnya.

Menurutnya, sehubungan penyaluran dana hibah hanya berkoordinasi dengan satu versi saja.

“Adanya kesalahan prosedur yang dilakukan oleh disparpora, ada apa sebenarnya, dan saya tegaskan kami masih dibawah kepemimpinan ketua DPP Ilyas Indra, dan tetap meneruskan program progam yang telah disusun,” tutup Fikri.

Terpisah, Ketua KNPI versi Apriantono menambahkan, bahwa dalam kesepakatan bersama sebelumnya tidak pernah membahas masalah dana hibah.

Namun, mengajak pemuda bersatu didalam satu wadah KNPI. Karena kemerdekaan indonesia juga tidak lepas dari semangat persatuan oleh pemuda.

“Dalam pernyataan, kami tidak pernah bahas dana hibah. Intinya, KNPI untuk kebersamaan dalam mensukseskan program kepemudaan dan program pemerintah daerah,” pungkas Apriantono.(jms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.