Merasa Diasingkan, Jalan Dan Jembatan Rusak Tak Dapat Perhatian Pemerintah

oleh -229 Dilihat
oleh

Berandapublik.com – Jembatan Muara Matan merupakan jalan peninggalan Inggris pinggir pantai pesisir barat seluma, saat ini putus.

Akses ini berada di perbatasan antar desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan dengan desa Rawa Indah Penago Baru Kecamatan Ilir Talo Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu.

Putusnya jembatan Mura Matan disebabkan abrasi laut dan abrasi terjangan air sungai banjir kiriman dari hulu, satu sisi lagi karena terjangan banjir sungai Air Seluma.

Terjadi pada tahun 2021 dan 2022, namun hingga saat ini belum mendapatkan perhatian dari pemerintah, baik dari Kabupaten Seluma maupun dari Provinsi Bengkulu.

Salikin, kepala Desa Penago Baru Kecamatan Ilir Talo Desa Pesisir, kepada awak media berandapublik.com membenarkan putusnya jalan ini.

Atas nama masyarakat, ia meminta kepada pemerintah kabupaten Seluma maupun pemerintah Provinsi Bengkulu untuk kembali membangun jalan ini.

” harapan masyarakat pesisir Barat Bengkulu, Pasar Talo, Ngalam, jalan pesisir mintak dibangunlah. Badan jalanya mintak ditinggikan supaya tidak terendam banjir lagi. Jembatan yang putus itu mintak dibangun lagi,” kata Salikin. Minggu, (22/7/23) malam.

Karena rusaknya jalan yang merupakan akses pinggir pantai ini, yang belum mendapat perhatian pemerintah ia merasa seperti diasingkan.

” Tolong kami jangan diasingkan, kami rakyat pesisir ini warga Negara Indonesia juga dan selalu bayar pajak. Tolong perhatikan kami pak Gubernur pak presiden Jokowi.” Pinta Salikin.(mag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *