Meninggal Diduga Terpapar Covid-19, Satgas Kekurangan Peralatan Pemakaman Dilengkapi Pihak Desa

oleh -61 views

Berandapublik.com – Diduga Seorang warga Kota Bani Kecamatan Putri Hijau Kabupaten Bengkulu Utara terpapar covid-19 meninggal.

Diperoleh informasi, sebelumnya Almarhum mengalami sakit malaria yang dirawat anaknya yang sudah terpapar covid. setelah malaria sembuh almarhum tidak bisa mencium aroma dan rasa, sehingga diisolasi mandiri. Namun tidak diperoleh keterangan dari pihak mana yang menyatakan yang bersangkutan fositif terpapar covid-19.

Menurut pihak keluarga, Penanganan jenazah tidak maksimal, karena satgas covid termasuk masyarakat merasa takut kalau virus tersebut menular.
“Saat pemakaman berlangsung lama hingga setengah hari, jenazah sudah mengeluarkan aroma tak sedap,” kata Jianto.

Sejak meninggal sekira pukul 21.00 WIB Jumat malam hingga pukul 07. 30 WIB disinyalir satgas covid-19 Putri Hijau belum memberi tindakan proses pengamanan jenazah, dan tidak berkunjung ke rumah musibah.

Salah seorang warga yang enggan namanya disebutkan, ketika dimintai keterangan, kepada awak media berandapublik.com menyampaikan,

Pada pukul 21.00 WIB di rumah ahli musibah cuma ada 2 orang tetangga yang melayat dan menghubingi pihak desa untuk datang, tapi satupun dari pihak desa tidak ada yang datang walau ditunggu-tunggu. Pihak keluarga hanya ingin menyampaikan bagaimana kelanjutan jenazah, karena korban notabene masih isolasi mandiri. Mengenai fositif tidaknya masyarakat belum tahu.

“Hanya pihak desa mengatakan tidak bisa melakukan pemakaman malam itu tapi dari pihak desa tidak datang ke tempat musibah,” kata sumber.

Masih kata Sumber, Pukul 8 pagi, ada dua orang yang datang, satu laki-laki dan satu perempuan tapi diakuinya tidak tahu apa dari dinas atau dari mana, yang jelas bukan dari desa dengan membawa perlengkapan yang tidak lengkap. Akhirnya masyarat ngumpul ingin mengetahui proses pemakaman apakah dimakamkan secara protokol covid atau tidak. Karena mau
dimakamkan secara protokol covid sedangkan peralatannya tidak lengkap. maka timbullah perselisihan.

“akhirnya pihak desa yang melengkapi kekurangan kelengkapan peralatan tersebut,” tambahnya.

Lebih lanjut dia meyampaikan, saat pemandian jenazah dihadiri ketua RT dan anggota BPD, selainnya masyarakat yang tidak mengetahui tentang peralatan dan protol covid. Karena jika menunggu satgas covid melum bisa dimakamkan secepatnya.

Masalah pemakaman menurutnya tidak dilakukan satgas covid, dan dilakukan masyarakat biasa, yang tidak tahu protokoler pemakaman jenazah covid dan hanya beberapa petugas saja.

Untuk memperoleh keterangan lebih lanjut, awak media berandapublik.com melalui telepon seluler menghubungi Camat Putri Hijau, Sutrino. Kepada awak media Sutrino mengatakan kalau untuk wilayah Kota Bani sudah ditugaskan kepada sekcam Putri Hijau.
” Di sana ( kota Bani- red) saya serahkan ke pak sekcam pak, sedangkan saya di wilayah karang pulau, hari ini meninggal 3 orang,” kata Camat. Sabtu, 17/7/21.

Namun sayangnya melalau pesan singkat di akun WhatsApp dan sambungan telepon dari pimpinan redaksi berandapublik.com tidak mendapat tanggapan dari Supredi, sekcam Putri Hijau.(mag/ags)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.