Mengaku Jadi Korban Penganiayaan, IRT Dari Desa Melao Lapor Polisi

oleh -100 views

Berandapublik.com – Seorang Ibu Rumah Tangga di Kecamatan Manna melapor ke Polres Bengkulu Selatan, bahwa dirinya jadi korban penganiayaan.

Ibu Rumah Tangga (IRT), Ine Cahya Dwi Putri (28) warga Desa Melao, Kecamatan Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, melaporkan seorang laki laki ke Polres Bengkulu Selatan.

IRT ini mengaku dirinya menjadi korban penganiayaan yang dilakukan inisial AL (26) warga Desa Ketaping, Kecamatan Manna

Informasi terhimpun, dugaan penganiayaan yang dialami korban terjadi hari minggu Tanggal 23 Oktober 2022, Sekira pukul 14.00 WIB. Di depan Hotel Seven One, Jalan Pemangku Basri, Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.

Dalam laporan, korban mengatakan dirinya diikuti oleh terlapor menggunakan sepeda motor. Sesampainya di Hotel Seven One, AL menyuruh masuk ke dalam hotel tersebut, tetapi IRT ini tidak mau, lalu terjadilah cecok mulut.

Saat cekocok mulut tersebut, AL langsung memukul muka pelapor, lalu mengigit tangan kiri dan mencekik leher pelapor. Setelah itu Al pergi meninggalkan pelapor.

Kejadian tersebut pelapor mengalami terauma psikis, memar/lebam di bagian kedua matanya. Kening bagian kiri, leher dan bahu kiri mengalami memar/lebam. Peristiwa itu dilaporkannyan ke Kepolisian untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Saat ini kasus ini tengah ditangani Polres Bengkulu Selatan Polda Bengkulu.(mag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.