Mantan Ketua KTNA Bengkulu Selatan, Meminta Ketua KTNA Terpilih Tinjau Ulang Pengurus Periode 2022-2027

oleh -91 views

Berandapublik.com – Mantan Ketua KTNA Kabupaten Bengkulu Selatan, menanggapi pemilihan Ketua KTNA Provinsi yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Pertanian Provinsi. Senin, 25 Juli 2022 lalu.

Kepada awak media berandapublik.com Ruslan Padil menyampaikan melalui pesan WhatsApp miliknya. Kamis 28/7/22.

Menurut Ruslan, Dirinya tidak keberatan siapa yang menduduki jabatan sebagai ketua KTNA Provinsi periode 2022-2027, namun menurut dia, sebagai anggota KTNA provinsi dia tidak mendapat undangan untuk rapat apa lagi memilih ketua KTNA baru.
” saya tidak pernah dapat undangan rapat, apa lagi untuk memilih ketua baru,” kata Ruslan.

Ruslan menyinggung masalah Tata Tertib pemilihan Ketua Baru. salah satunya ialah membuat pernyataan tertulis saat itu apabila Ketua KTNA Kabupaten terpilih sebagai ketua. Namun dia tidak tahu, apakah untuk hal itu sudah tidak berlaku saat pemilihan ketua baru periode 2022-2027.

” salah satu tatib itu di tahun 2018, berlaku, apabila ketua KTNA Kabupaten terpilih sebagai ketua, maka harus membuat pernyataan tertulis. Tapi entah untuk pemilihan ketua KTNA 2022-2027 hal itu tidak berlaku lagi. Saya dapat info pernyataan tertulis ketua terpilih mengundurkan diri tidak ada,” jelas Ruslan.

Menyinggung pemilihan ketua KTNA Kota/Kabupaten, ada yang diduga tidak sesuai AD ART KTNA itu sendiri. Seharusnya kata Ruslan, ketua KTNA apabila dalam pemilihan dia tidak terpilih lagi, dia menjadi Ahli Andalan, tidak lagi menjadi pengurus.

Sebagai contoh papar Ruslan, Pemilihan ketua KTNA Kota. Sangat janggal saat pemilihan ketua saat itu tidak terpilih, diangkat sebagai wakil ketua. padahal posisinya di Ahli Andalan.
” saya ambil contoh di kota, saat itu ketua tidak terpilih lagi, jadi wakil ketua. Tentu inikan tidak sesuai AD/ART KTNA, Seharusnya dia Ahli Andalan,” terang Ruslan.

” sekarang saya dengar wakil ketua yang seharusnya Ahli Andalan jadi pengurus di Provinsi. inikan aneh dan terkesan diatur sedemikian rupa,” tambahnya.

Selain itu, Ruslan menyampaikan, Wakil Ketua KTNA tidak mesti ketua KTNA Kabupaten/Kota, bisa dipilih selain itu. Alasannya, Ketua KTNA Kabupaten/Kota sudah punya tugas Sebagai Ketua.
” Seperti Wakil Ketua, tidak harus dari Ketua KTNA Kabupaten/kota. Diakan sudah punya tugas Sebagai Ketua KTNA, angkat saja yang lain, ” terang Ruslan.

Ruslan berharap Kepada Ketua KTNA Provinsi terpilih, agar dapat meninjau ulang Kepengurusan yang sudah dibentuk, walaupun diakui Ruslan semua itu hak prerogatif ketua KTNA. (mag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.