Luar Biasa, Ini Manuver Politik Wakil Ketua BPD Sumber Makmur Versi Annok

oleh -115 Dilihat
oleh
Foto ilustrasi diambil dari Lingkar Desa

Berandapublik.com – Pasca Pemerintah Sumber Mamur dilaporkan ke BPK RI/ BPKP Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten Mukomuko mengundang anggota BPD dengan alasan untuk melakukan evaluasi.

Alasan undangan tersebut dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Daerah Kabupaten Mukomuko nomor 12 tahun 2017 tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan meningkatkan kinerja BPD dalam wilayah kecamatan Lubuk Pinang.

Surat yang ditandatangani Camat Lubuk Pinang itu, mengundang Wakil Ketua BPD Sumber Makmur dan 3 orang anggotanya. Sedangkan Ketua BPD Sumber Makmur, Ngateno atau Annok tidak mendapat undangan dari kecamatan pada Rabu, 23/8/23 lalu.

Dikonfirmasi kepada Camat Lubuk Pinang, Ali Nasri membenarkan undangan tersebut. Menjawab pertanyaan awak media apakah undangan itu ada kaitannya setelah ketua BPD melaporkan Pemdes Sumber Makmur Ke BPK RI?, Ali Nasri mengatakan,
“ betul tapi yang diundang belumm datang,” Jumat, 25/8/23 lalu.

Sedangkan apa alasannya ketua BPD tidak diundang kalau untuk mengevaluasi kinerja BPD Sumber Makmur?, Camat mengatakan sebaiknya awak media datang ke kantor sekalian silaturahmi.

Informasi lain selain keterangan Camat Lubuk Pinang yang diterima redaksi, pertemuan yang gagal itu hanya dihadiri oleh wakil ketua dan Sekretaris BPD saja. Sedangkan isi pertemuan itu pada dasarnya untuk merotasi ketua BPD Sumber Makmur. Hal itu diketahui berdasarkan keterangan Annok dari chating WhatsApp wakil ketua BPD dengan 3 orang anggota lainnya yang berhasil Annok dapatkan sebelum jadwal pertemuan di Kantor Camat tersebut. Isi chat yang disampaikan itu antara lain,

“ Iki piye critane buk “
“ Aduh opo meneh Iki mas Ra mudeng aku ”
“ Yo di buka,trus dibaca ”
“ Pusing aku ”
“ Piye langkah selanjute ”
“ Langkah e kita ngono pak? ”
“ Y ”
“ Aku manut sampean Karo mba fitri”
“ Ojo manut terus, sesekali urun rembuk”
“ Aku nggak punya ide mas pokok e manut”
“ Piye to kiii”
“ Arek rotasi po enek jalan liyo buk”
“ Kalau mau rotasi mas di rembuk dulu bersama”
“ Karna kita harus menyiapkan alasan pendukung yg kuat”
“ Kita rapatkan dulu buk, GK rotasi GK pa2 yg penting kita cari solusi terbaik”

Annok juga mengatakan, karena pertemuan itu gagal, Wakil ketua BPD sudah mendatangi 3 anggota BPD Sumber Makmur lainnya ke rumah masing-masing meminta tanda tangan, untuk membantah bahwa lembaga BPD tidak melapor ke BPK RI/ BPKP Provinsi Bengkulu dan itu pribadi Ketua BPD, tidak melalui musyawarah terlebih dahulu.

“ wakil ketua BPD sudah mendatangi rumah anggota BPD lainnya meminta tanda tangan. Tujuannya untuk membantah bahwa lembaga BPD tidak berkirim surat ke BPK RI dan Saya mengatasnamakan lembaga untuk pribadi saya. Dalam laporan sayakan jelas, wakil dan dua anggota BPD menandatangani LKPJ tanpa musyawarah dulu kepada saya selaku ketua BPD, artinya dirinya ikut saya laporkan. Siapa ketua BPD yang sah sampai dengan saat ini. Seandainya saya masyarakat biasa dan bukan ketua BPD apakah tidak boleh mengawasi Dana Desa,” kata Annok, Senin (28/8/23).

Lebih lanjut Annok menjelaskan, bahwa wakil ketua BPD, Ismidianto pernah terlibat dalam anggaran dana desa sebagai pemborong pengadaan alat cuci tangan Covid tahun 2021.

Diakui Annok Manuver Wakil Ketua BPD Sumber Makmur untuk menggeser dirinya dari ketua BPD bukan hanya itu, dirinya pernah dianggab mencemarkan nama baik suatu kelompok dan Ismidianto jadi bendahara KP3A terlibat dalam pengerjaan kegiatan, sempat mengundang masyarakat untuk menurunkan dirinya.

“ setelah saya sampaikan kepada masyarakat bahwa anggota BPD tidak boleh terlibat dalam sebuah kegiatan, karena BPD sifatnya pengawasan dan dalam regulasi aturan yang dibuat perangkat desa, yang tidak dapat dipilih sebagai pengurus adalah pamong dan perangkat desa, akhirnya tidak jadi nurunkan saya,” jelas Annok.

Wakil Ketua BPD Sumber Makmur ketika dikonfirmasi mengenai tanda tangan dan apa benar chat dalam grup anggota BPD akan mengadakan rotasi ketua BPD yang sekarang? Ismidianto mengatakan,
”Klo bapak hendak konfirmasi datang aja langsung ke rumah pak,” Senin, (28/8/23)

Awak media juga meminta keterangan yang diperoleh , apa benar pernah terlibat dalam pengadaan alat Cuci tangan covid 19 sebagai pemborong dan juga pernah jadi bendahara KP3A?.

Bukannya menjawab substansi yang ditanyakan, bahkan alasan tidak bisa datang ke rumah wakil ketua BPD, karena jarak yang sangat jauh, lagi-lagi wakil ketua BPD meminta awak media datang ke rumahnya.

“Datang aja ke rumah pak, saya kumpulkan BPD yang lain, biar dapat penjelasan dari seluruh anggota BPD.” Jawab Ismidianto.(mag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *