Luapan Air Tik Temiling di Desa Embong I Kecamatan Uram Jaya, Mulai Menjebol Tanggul Pesawahan

oleh -260 views

Berandapublik.com – Banjir kembali menggenangi ratusan rumah penduduk di wilayah Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong. Rabu (9/11) sore sekitar pukul 16.05 WIB.

Daerah tersebut menjadi langganan banjir karena meluapnya Sungai Uram di daerah itu. Akibat tingginya curah hujan yang berlangsung beberapa jam mulai pukul 14.00 WIB sore tadi.

Informasi yang diperoleh awak media berandapublik.com, ketinggian air diatas lutut orang dewasa dan merendam sedikitnya ratusan rumah di Desa Kota Baru hingga Lemeu. Air becampur lumpur masuk kerumah warga sekitar.

Tak hanya itu, beberapa anak Sungai Uram Jaya, yakni Air Tik Mbut, Tik Biduk dan Tik Temiling juga meluap ke areal persawahan milik warga di daerah itu.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Lebong, Tantomi melalui Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Hendera membenarkan informasi tersebut.

“Ini memang kondisi tahunan dampak kejadian alam. Setiap tahun ada banjir kalau hujan lebat, tapi nanti surut kembali. Masyarakat juga sudah mengantisipasi itu,” kata Hendra ketika dikonfirmasi.

Selain itu kata Hendera, banjir juga menggenangi pemukiman di Desa Kampung Dalam dan Kampung Muara Aman, Kecamatan Lebong Utara. Namun, genangan itu akibat luapan saluran air yang tersumbat.

“Hujan deras sebentar, paling lama dua jam membuat air di saluran tidak lancar sehingga meluap dan merendam rumah warga di satuan pemukiman (SP) Desa Kampung Dalam,” tambah Hendra.

Hingga pukul 18.10 WIB, kata Hendra, belum ada laporan sawah terdampak akibat luapan aliran tersebut.

“Kalau untuk sawah, Kita masih tunggu laporan,” sambun Hendra.

Hendra menjelaskan, tidak ada dampak buruk akibat banjir itu, warga masih menempati rumahnya masing-masing, hanya saja aktivitas pekerjaan warga yang sempat yang terganggu.

“Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD masih standby dan mengidentifikasi dimana saja titik banjir, sejauh ini warga masih tenang dalam menghadapi bencana itu,” bebernya.

Dalam beberapa hari terakhir, sampai Hendra, curah hujan di wilayah Kabupaten Lebong mulai tinggi. Karena itu, warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) atau di daerah rawan banjir diimbau waspada terhadap banjir.

“Setiap perkembangan kondisi akan terus dikoordinasikan dengan stakeholder untuk terus dilakukan pemantauan,” pungkas Hendera.(jms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.