Lampu Penerang Jalan Umum di Tanjab Timur Dalam Proses Pemerataan

oleh -143 Dilihat
oleh

Berandapublik.com – Penyebaran lampu penerangan jalan umum (PJU) dalam 11 kecamatan yang berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) saat ini sudah hampir merata.

Hal ini dikatakan Kepala Bidang Pertamanan dan Penerangan Jalan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Riky Effriza ketika dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Jumat (29/12/2023).

“Sekarang ini kita mengarah ke desa-desa, jalan lingkungan dan ke dusun,” ungkapnya.

Untuk tahun anggaran 2023 kata Riky, pihaknya memiliki 57 kegiatan untuk penerangan jalan. Dalam 1 kegiatan itu bisa mengakomodir 12 sampai 15 titik lampu.

“Pemasangan itu tergantung medannya, seperti jarak tiang. Kalau rata-rata 1 paket itu ada 12 titik lampu, jika dikali 57 kegiatan, itulah titik lampu yang kita kerjakan tahun ini,” jelas Riky.

Riky juga menerangkan, semua kegiatan tersebut tersebar untuk 11 kecamatan yang ada. Karena menurutnya, pemasangan lampu jalan berasal dari berbagai usulan. Seperti dari rencana kerja (renja) Dinas Perkim, Musrenbang, Pokir Dewan, bahkan dari usulan-usulan warga melalui proposal.

“Dalam proses pemerataanlah saat ini,” tegasnya.

Dilanjutkan Riky, untuk penghematan tagihan dan melihat efisiensinya pada PJU, saat ini pihak Dinas Perkim juga sudah mulai merubah lampu SON – T atau lampu sodium tekanan tinggi menuju lampu LED (Light Emitting Diode).

Selain itu, sambung Riky, jika dilihat dari masalah lingkungan, limbah lampu LED kalau sudah rusak tidak terlalu merusak lingkungan, karena dalam istilah kelistrikan tidak mengandung merkuri.

“Pada pokoknya dari lampu konvensional beralih ke lampu LED,” katanya.

Riky menyebutkan apabila lampu PJU mengalami kerusakan, baik pada komponennya ataupun panelnya yang dikarenakan faktor cuaca ataupun hal lainnya, hendaknya masyarakat segera melaporkan.

Alasanny kata Riky, kalau untuk melaksanakan perbaikan yang cepat, SDM pada bagian teknisi lampu dewasa ini hanya bisa mencangkup Kecamatan Muarasabak Barat.

“Jadi kalau ada kerusakan yang jauh, misalnya di Nipah Panjang, kami butuh waktu, tidak bisa serta-merta, tapi yang penting ada laporan, jadi setelah ada laporan langsung dijadwalkan.” pungkas Riky.(pbp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *