Kepala Sekolah dan Bendahara SMKN 5 BS, Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi DAK 2019

oleh -181 views

Berandapublik.com – Kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu TA 2019 di SMKN 5 Bengkulu Selatan (BS) terus berlanjut.

Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Bengkulu Selatan Polda Bengkulu (BS) sudah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini.

Kapolres BS, AKBP Juda Trisno Tampubolon, SH, Sik, MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Gajendra Harbiandri STK Sik, MH didampingi Kanit Tipikor, Ipda M Bintang Azhar STrK membenarkan penahanan terhadap dua tersangka itu.

” kedua tersangka yang sudah ditahan tersebut yakni sebelumnya Kepala SMKN 5 BS, IM dan terbaru bendahara SMKN 5 BS, MA.” kata Gajendra Harbiandri.

Ia menjelaskan, meskipun telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut. Namun penyidik akan terus melakukan pengembangan dan membidik calon tersangka baru.

Kasat Reskrim menerangkan, tersangka Kepsek dan bendara SMKN 5 BS tersebut ditetapkan tersangka lantaran di sekolah ini pada tahun 2019 mendapat kucuran DAK dari pemerintah pusat sebesar Rp 2,7 miliar. Dana tersebut untuk pembangunan ruang praktek siswa.

Adapun rincian pembangunan itu, dua ruang praktik siswa jurusan teknik audio video dan teknik sepeda motor dengan anggaran Rp 1,8 miliar, dan pembangunan satu gedung lagi dengan anggaran Rp918 juta.

Pekerjaan proyek tersebut diswakelolakan kepada pihak sekolah. Pada realisasinya, ada beberapa kendala, seperti upah pekerja tidak dibayarkan secara penuh serta kekurangan item volume bangunan.

Persoalan itu tercium aparat penegak hukum, sehingga dilakukan penyelidikan. Dengan hasil audit BPKP Perwakilan Bengkulu, diketahui kerugian negara akibat korupsi proyek DAK di SMKN 5 BS mencapai Rp570 juta.

Berdasarkan hasil audit tersebut, sudah ditetapkan dua tersangka. Keduanya juga sudah ditahan di Mapolres BS dan akan menjalani proses hukum yang berlaku.(mag)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.