Ilegal Loging di Hutan Adat Tibatu Semakin Marak, Para Pelaku Terkesan Kebal Hukum

oleh -181 views

Berandapublik.com – Aktivitas ilegal logging dengan berbagai jenis kayu olahan serta berbagai ukuran semakin merajalela di kawasan hutan adat Tibatu, Desa Lembah Bawang Kecamatan Lembah Bawang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Aktivitas ini terpantau saat awak media ini melakukan investigasi di lokasi penebangan kayu di desa Lembah Bawang Kecamatan Lembah Bawang. Berbagai jenis kayu seperti Kayu Resak, Kruing, Merantik, Majau, Tekam, Tengkawang Batu, yang sudah diolah menjadi kayu olahan berbagai ukuran.

Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh warga masyarakat inisial AA(53), kawasan hutan adat Tibatu merupakan kawasan atau areal yang ditetapkan sebagai hutan adat sejak 29 Desember 2018. Awalnya, area ini masuk dalam kawasan HGU PT Putra Makmur Lestari (PML) dan PT Darnex Agro. Dikukuhkan menjadi hutan adat oleh pemerintah desa, Kecamatan, tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh Agama. Pada kawasan hutan tersebut, terdapat situs Budaya atau keramat Gua Batu Peranyi dan Batu Bantanan.

“Saya Sebagai warga sangat menyayangkan ada aktivitas ilegal Logging yang merambah hutan adat Tibatu, kegiatan ini mengancam kelestarian hutan adat tersebut serta dapat merusak situs Budaya atau keramat yang ada di kawasan hutan adat Batu. Terkesan tidak ada yang berani menangkap pelaku ilegal Logging di kawasan hutan adat tersebut,” ungkapnya AA.

AA juga menjelaskan, para pekerja penebang kayu bukan berasal dari masyarakat lokal. Namun didatangkan dari wilayah kabupaten Sambas oleh penanggung jawab kegiatan, serta kayu hasil olahan dari hutan adad Tibatu, juga dijual ke wilayah Sambas dan sekitarnya.

Terpisah, Ketua adat Desa Lembah Bawang Beni Yanto memberikan Keterangan saat di jumpai oleh media ini. Dia mengakui areal hutan ini awalnya masuk kedalam areal perkebunan PT Putera Makmur Lestari (PML). Tetapi sebelumnya belum digarap oleh pihak perusahaan dan dikukuhkan menjadi hutan adat.

“Pengukuhan hutan adat dilakukan dengan melaksanakan ritual adat, disaksikan oleh Camat, Polsek, Danramil, Kepala Desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, bahkan juga sudah disiarkan oleh salah satu stasiun televisi Waktu itu,” kata Beni Yanto. Kamis, (27/10/22)

Lebih Beni Yanto menjelaskan, sehubungan adanya kegiatan penerbangan kayu atau aktivitas ilegal yang terjadi di areal hutan adat Tibatu, sebenarnya sudah dilakukan upaya-upaya agar kegiatan tersebut dihentikan.

” Terkait adanya kegiatan penebangan hutan adat Tibatu, mereka sudah kita panggil, kita datangi bahkan kita Surati agar menghentikan kegiatan mereka. Kalau sebuah lembaga adat sudah tidak ditanggapi ya tergantung dengan pihak pemerintah Desa, Polhut bahkan Pemerintah daerah dalam ini Bupati. Seharusnya siapa pun yang melakukan penebangan harusnya dihukum sebab sudah melanggar aturan yang telah di tetapkan,” jeas Beni Yanto.

” saya sebagai pengurus lembaga adat melimpahkan sepenuhnya terkait adanya kegiatan ilegal Logging ini kepihak pemerintah desa untuk berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Polsek, Danramil dan Bupati. Agar segera ditindaklanjuti untuk menghindari semakin habisnya areal hutan adat Tibatu,” Pungkas Beni Yanto. (spr/Ij)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.