Dewan Minta Pemda BS Serius Menangani Aset

oleh -60 views
Holman, SE, Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Selatan

Berandapublik.com – Ketua Komisi III DPRD Bengkulu Selatan, Holman, SE, menyesalkan adanya aset milik Pemda Bengkulu Selatan yang kurang mendapat perhatian.

Hal ini disampaikan Holman, SE ada informasi Mobil Dinas Suzuki Grand Vitara BD 1247 BY milik Pemda Bengkulu Selatan sudah hampir tiga tahun ditahan bengkel Mandiri Service, di jalan Kolonel Berlian Kecamatan Kota Manna. Karena Pemda Bengkulu Selatan belum membayar biaya perbaikannya.

Menurut pemilik Bengkel tempat mobnas tersebut diperbaiki, Surasto, Mobnas itu dititipkan ke bengkelnya pada Januari 2019 lalu. Saat itu, mobnas tersebut berada di dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Bengkulu Selatan dengan sekretarisnya Santono M.Pd. Lalu pihaknya berhubungan dengan Kepala SMPN 1 BS saat itu, Nasrul Effendi MPd.

Hanya saja setelah selesai diperbaiki, pihak dinas tidak bisa membayarkan biaya perbaikan. Adapun biaya perbaikan sebesar Rp 17 Juta.

Holman menilai Pemda Bengkulu Selatan tidak serius dalam penanganan aset.

“Jangan sampai ada yang terbengkalai, saya minta pihak eksekutif serius dalam menangani aset,”kata Holman.

Menurut Holman dengan adanya aset yang tidak terawat bahkan terkesan tidak diperhatikan, maka tidak heran jika selama ini Pemda Bengkulu Selatan selalu meraih predikat wajar dengan pengecualian (WDP). Sebab terbukti Bengkulu Selatan tidak serius dalam pengelolaan aset.

Masih kata Holman, SE. Salah satu mobnas suzuki Grand Vitara yang sudah lebih dari 3 tahun ditahan pihak bengkel hanya karena Pemda Bengkulu Selatan tidak membayar biaya perbaikannya.

“Harusnya ada biaya pemeliharaan, terus kenapa sampai lebih dua tahun ditahan pihak bengkel,” ujar Holman.

Tidak hanya itu, ada juga Mobnas yang rusak dibiarkan hampir tiga tahun tanpa perbaikan, yakni Fortuner. Bahkan lokasi parkirnya bukan di lingkungan Pemda Bengkulu Selatan, akan tetapi di lahan warga. Sehingga terkesan mobnas tersebut dibiarkan rusak. 

“Masa anggaran untuk pemeliaharaan kenderaan dinas (kernas-red) tidak ada, sedangkan untuk beli baru ada,” kata Holman

Holman berharap Pemda Bengkulu Selatan dapat lebih serius dalam penataan aset, sehingga ke depan tidak ada lagi aset yang dibiarkan terbengkalai. Pasalnya kernas merupakan alat transportasi yang bisa menjadi kendaran operasional para pejabat.

“Di satu sisi, ada yang tidak memiliki kernas. Padahal ada kernas namun, dibiarkan rusak,” tandas Holman.(ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.