Bupati BS Diduga Larang Awak Media Meliput, Saat Ditemui Pedagang di Rumah Dinas

oleh -186 views
Foto Emak - Emak Saat Di Rumdin Bupati

berandapublik.com – Puluhan emak – emak pedagang makanan di Pasar Ampera Bengkulu Selatan mendatangi Rumdin Bupati.

Hal ini dilakukan emak – emak untuk memperjuangkan nasib mereka, setelah lapak jualannya di pasar tersebut dilarang oleh Pemkab BS untuk digunakan. Sabtu, (02/04/2022) malam.

Adapun aksi yang dilakukan emak-emak ini tak lain untuk memperjuangkan tatanan dari tahun ketahun kebiasaan berjualan makanan di Pasar Ampera, dalam menyambut bulan Ramadhan.

informasi yang diperoleh awak media, mereka dilarang berjulan di pasar Ampera, karena akan dialihkan untuk berjualan di Pasar Kutau dan Lapangan Sekundang. Namun pengalihan tersebut ditolak oleh para pedagang.

Sejak pukul 16.30 WIB sampai pukul 20.00 WIB, emak emak ini masih di depan Rumdin Bupati BS, Mereka terlihat lelah, Raut wajah tak lagi gembira dan ada yang belum mandi. Demi memperjuangkan mata pencarian mereka yang dianggab diusik pemerintah. Atas dasar itu, mendorong mereka turun menggelar aksi datangi rumdin bupati.

Ujang, yang mewakili emak – emak dalam aksi tersebut kepada awak media mengungkapkan, Ia merasa sangat kecewa atas tindakan ajudan bupati, yang melarang mereka untuk bertemu bupati dengan gaya arogan.

” kami sudah lama disini dan tujuan kami bertemu bupati untuk mengadukan nasib kami. Padahal kami sudah diperbolehkan bertemu, akan tetapai diduga ajudan bupati melarang kami bertemu dengan sifat yang arogan kepada kami, ini sungguh membuat kami kecewa,” keluh Ujang.

Sepat ada ketegangan antara perwakilan emak-emak dengan oknum ajudan bupati, petugas kepolisian berhasil mengamankan aksi itu.

Tidak lama berselang usai ketegangan, emak-emak perbolehkan menghadap bupati. Menyampaikan aspirasi serta meminta jawaban atas yang mereka alami.

Disaat perbincangan para pedagang dengan bupati, Seorang wartawan dari salah satu media online melakukan liputan. Saat asyik mengambil gambar tersebut, dilarang Bupati dengan berkata “nggak usah merekam, buat apa kamu merekam.”

Menanggapi perlakuan Bupati BS Kepada awak media, yang merupakan anggota JMSI tersebut, Ketua JMSI BS Ade Bewok mengatakan, Bupati Gusnan Mulyadi sepertinya tidak tahu mengenai kebebasan Pers yang sudah dituangkan di UU Pers No 40 tahun 1999. menyebutkan perbuatan yang menghalangi-halangi tugas wartawan sama artinya menghalangi tugas negara. Dapat dipidana 2 tahun serta denda Rp500.000.000.

” Bupati kok gitu, masa anti keritik dan mau disanjung terus. Saya sebagai media online BS sangat menyayangkan cara bupati Gusnan Mulyadi memperlakukan awak media online seperti ini. Saya tegaskan bupati harus meminta maaf di publik dengan sikap yang tidak layak tersebut. Karena sudah menentang UU Pers No 40 Tahun 1999,” tutup Ade Bewok. (ans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.