BPBD Lebong, Mengadakan Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Bencana

oleh -169 views

Berandapublik.com – Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebong mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Tanggab Darurat Bencana.

Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Bencana di Kabupaten Lebong dibuka oleh Assisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Lebong. Dilaksanakan di Kantor BPBD Lebong, Komplek Perkantoran Jalur 2 Taba Atas. Jum’at, (28/10/22)

Cuaca ekstrim telah terjadi di Kabupaten lebong ini berupa banjir, tanah longsor, serta angin kencang. Dengan ini perlu adanya tindakan dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menangani bencana yang ada di kabupaten lebong ini baik logistik, dana dan alat yang diperlukan.
Langkah-langkah yang harus diambil dalam penangan bencana :
Pengkajian atau langkah-langkah yang dilakukan Koordinasi dengan instansi terkait, kecepatan penanganan
Prinsip akuntabilitas dalam mengambil keputusan

Laporan dari beberapa Instansi.

Dalam Rakor ini, Kepala BPBD Lebong menjelaskan, cuaca ekstrim telah terjadi di Kabupaten Lebong mulai dari bulan September – Oktober. Pada tanggal 05 Oktober telah terjadi pergeseran tanah yang menyebabkan terjadinya longsor di desa Suka Sari. Di tanggal yang sama juga terjadinya longsor yang menutupi jalan di Embong menuju Ujung Tanjung serta pada tanggal 25 Oktober terjadinya banjir di desa Uram Jaya. Akibat luapan Air Uram yang menggenangi desa Lemeu, Kota Agung, dan desa Uram, mengakibatkan terjadinya banjir, air masuk kepemukiman warga, sehingga menyebabkan kerusakan beronjong, sarana air bersih.

Menurut Dinas Pertanian Kabupaten Lebong, Wilayah yang sering terdampak bencana alam banjir yaitu Kecamatan Uram Jaya, Kecamatan Lebong Tengah, Kecamatan Bingin Kuning dan Kecamatan Lebong Selatan. Pada sektor pertanian yang terjadi akibat banjir, di Kecamatan Uram Jaya, seluas ± 78 hektar lahan sawah yang terdampak. Sedangkan untuk penanganan, yang paling terdampak limbah material batuan dan pasir sampai sekarang belum direkondisi. Dinas pertanian berharapan untuk selanjutnya dapat merekondisi lokasi dimaksud.

Kemudian penyampaian dari Dinas PUPR-Hub Kabupaten Lebong menyampaikan, terjadinya benturan antara Sungai Air Uram dan Air Ketahun sehingga mengakibatkan banjir. Luapan Sungai Air Uram langsung menggenangi desa Embong.

Peninggian Bronjong untuk tahun 2022 ini akan dilakukan di desa Karang Dapo. Program jangka pendek untuk penanganan pintu air.

Sedangkan dari Dinas Kesehatan Lebong, Kejadian Bencana ini memang berpengaruh pada sektor kesehatan. Akibatnya beberapa masalah kesehatan yang terjadi salah satunya Demam Berdarah (DBD).

Upaya yang dilakukan dalam penanganan kasus DBD ini adalah melakukan Fogging, tetapi terkendala dana. Setiap Kecamatan perlu adanya alat fogging minimal 1, sehingga dapat melakukan foging secara mandiri dan didampingi oleh tim medis.

Dari Dinas Sosial, menyampaikan dalam rakor ini, Logistik untuk penangan bencana di Dinas Sosial masih cukup. Tetapi disampaikan, bencana banjir yang terjadi bulan oktober ini tidak melakukan distribusi logistik.

Penyampaian dari BKD Lebong, bahwa Dana BTT dapat dicairkan apabila status darurat terjadi. Jika status darurat selesai maka dana itu tidak bisa dicairkan lagi.

Laporan dari beberapa Camat

Pemerintah Kecamatan Bingin kuning melaporkan, untuk saat ini masalah DAM SABO aman, tetapi perlu adanya antisipasi agar tidak meluap ke pemukiman warga.

Camat Kecamatan Uram Jaya menyampaikan, Dampak dari banjir kemaren mengakibatkan jembatan di daerah Uram Jaya Rusak.

Laporan beberapa Kepala Desa.

Kepala Desa Kota Baru mengatakan saat banjir material selalu terbawa ke pemukiman warga, perlu adanya upaya agar material tidak terbawa ke persawahan dan permukiman.

Penyampaian Kepala desa Nangai Amen mengatakan, Perlu adanya pelapis tebing untuk penangan banjir di desa Nangai Amen agar air tidak masuk ke pemukiman warga.

Dari Kepala Desa Sukasari melaporkan. Daerah Lebong Selatan, Kota Donok dan Sukasari rawan akan bencana, meminta adanya tindak lanjut dari Dinas PUPR-HUB masalah pergeseran tanah.

Kepala desa Bentangur (Tangua) melaporkan, untuk saat ini Debit air sangat besar dibandingkan banjir sebelumnya. Tapi desa yang terberat akibat banjir tersebut yaitu desa Lemeu. Harapan kedepannya dapat menindaklanjuti mengatasi atau mengkondisikan untuk Sungai Uram yang diakibatkan dari bencana.

Kesimpulan.

Perlu penanganan sesegera mungkin, baik normalisasi maupun bangunan irigasi permanen di lokasi Air Tik Mbut dan Tik Temiling.

Untuk mengurangi dampak banjir Air Uram yang mengakibatkan abrasi dinding sungai di desa Kota Baru, desa Kota Agung serta merendam pemukiman dan persawahan warga desa Kota Agung, Desa Bentangur perlu Normalisasi Sungai Air Uram sebelah kanan agar pembagian aliran kiri dan kanan seimbang.

Dinas PUPR-Hub akan melaksanakan pekerjaan peninggian bangunan Beronjong melalui APBD-P Tahun 2022 dan Tahun 2023 akan diusulkan bangunan Beronjong pada daerah dinding sungai yang terkena abrasi.
Pintu air Karang Dapo akan segera ditangani melalu kegiatan PUPR tahun anggaran 2022

Menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana. Mengusulkan dana BTT. Camat, Lurah dan Kepala Desa untuk selalu proaktif melaporkan kejadian bencana ke Pemerintah Daerah dan Dinas Terkait.

Acara ini dihadiri Assisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lebong, Kapolres Lebong, Dandim 0409 RL, Dinas Sosial, Dinas PUPR-HUB, Dinas Kesehatan, Diperindakop, Dinas Pertanian, BKD, BPBD, beberapa Camat dan Kepala Desa.(jms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.