BMA Kabupaten Lebong Akan Tindaklanjuti Dengan Adat Istiadat, Oknum Camat Pelaku VCS

oleh -423 views

Berandapublik.com – Banyak desakan kepada pemerintah maupun kepada Badan Musyawarah Adat (BMA) Kabupaten Lebong, untuk memproses pelaku VCS dalam vidio yang sempat menghebohkan dunia Maya yang dilakukan oknum camat di Lebong.

Bukan itu saja, ada usulan sebagian masyarakat Lebong, meminta agar BMA Kabupaten Lebong ini untuk dibubarkan saja.

Hal ini beralasan, karena dinilai sudah mencoreng dan melanggar adat istiadat setempat, apa lagi belakangan ini diketahui pelaku VCS inisial LM ini adalah salah satu pengurus Badan musyawarah adat di kabupaten Lebong.

Sekretaris BMA Kabupaten Lebong, Saffan, ketika dikonfirmasi awak media ini mengatakan, BMA akan menindaklanjuti masalah oknum camat tersebut sesuai adat istiadat yang berlaku di Kabupaten Lebong.

“Segera diproses sesuai dengan aturan yang berlaku, baik itu hukum positif dan hukum adat. Jika terbukti bersalah, berikan hukuman yang seberat-beratnya,” kata Saffan. Minggu, (13/11/22)

Saffan menerangkan, melalui hukum positif maupun hukum adat berupa sanksi sosial. Hukum dibuat tidak memandang siapa yang berbuat, tapi apa yang telah diperbuat. Yang perlu kita pahami ketika oknum BMA bermasalah, apakah BMA yang harus dibubarkan.

“Kita wajib objektif dan profesional dalam menilai dan memahami apapun itu. Siapapun itu, hukum tabur tuai pasti berlaku, siapa menabur, maka dialah yang akan menuai.” terang Saffan.

Masih penjelasan Saffan, Khusus untuk orang-orang yang telah diamanahkan memangku jabatan adat, maka berlakulah istilah “Piawang Mecuak Timbo” (Piawang memecah Timba- Red) dalam arti apapun hukuman yang akan diberikan, harus bernilai 2 kali lipat dari orang biasa.

Diakui Sekretaris BMA, saat ini oknum camat inisial LM belum dipanggil untuk klarifikasi ke BMA Kabupaten Lebong, dikarenakan Ketua BMA sedang menikahkan anak kandungnya, sehingga LM belum dimintai keterangan.

” kita harus memaklumi kesibukan ketua BMA menikahkan anak kandungnya ini. Jangan terjemahkan ini tidak diurus atau tidak ditindaklanjuti. Yang pasti, setelah selesai acara pernikahan anak kandung Ketua BMA, diatas tanggal 15 bulan ini akan ada tindak lanjut,” ujar Saffan.

Saffan juga menyampaikan, BMA akan menindaklanjuti masalah ini karena menyangkut Marwah lembaga. Dia meminta untuk seluruh masyarakat Bumi Swarang Patang Stumang untuk bersabar, hingga usai pernikahan anak kandung Ketua BM dan berharap semoga dilancarkan semua urusannya.

Selain itu Saffan juga menjelaskan, Gelar Raja yang diberikan kepada LM hanya sebagai raja kehormatan. Karena LM menjabat sebagai Camat pemegang wilayah Rimbo Penghadang, dan tidak lagi menyandang gelar raja ketika yang bersangkutan dipecat atau dimutasi.

” hanya sebuah gelar raja kehormatan karena LM menjabat sebagai camat, pemegang wilayah tersebut dan tidak ada gelar raja ketika beliau dipecat atau mutasi dari jabatannya. Otomatis gelarnya tidak lagi gelar raja di kecamatan tersebut.” tutup Saffan.(Jms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.