Animo Pedagang Naik, Sebelum PTM di Lebong Diresmikan

oleh -112 views

Berandapublik.com – Animo para pedagang mulai meningkat menjelang Bupati Lebong, Kopli Ansori akan meresmikan Pasar Tradisional Modern (PTM) yang terletak di Kelurahan Pasar Muara Aman Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong, pada bulan Desember mendatang.

Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Perkumpulan Pedagang Lebong (PPL) menyurati Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebong untuk digelar hearing.

Menindaklanjuti hal itu, DPRD Lebong melakukan rapat dengar pendapat alias hearing di ruang rapat internal DPRD Lebong sehubungan dengan pembagian Kios PTM, Kamis (24/11) siang.

Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III Rama Chandra didampingi Ketua Komisi I Wilyan Bachtiar dan tiga anggota DPRD lainnya, yakni Ahmad Lutfi, Royana dan Yeni Herdiyanti.

Ketua Komisi III, Rama Chandra dalam hearing itu mengatakan, pembahasan ini dilakukan di tingkat komisi sesuai mitra kerja masing-masing Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD).

Dia menyarankan agar seluruh pedagang didata ulang. Terutama untuk pedagang baru dan pedagang lama. Dan meminta agar para pedagang lama yang sempat direalokasi diprioritaskan dibanding pedagang baru.

“Sebelum ditempati. Kita minta diventarisir dahulu mana pedagang lama dan mana pedagang baru,” kata Rama Chandra.

Sementara itu, Kadis Perindagkop-UKM Lebong, Mahmud Siam menyampaikan, bangunan PTM itu dibangun untuk para pedagang. Bukan untuk diluar pedagang.

Akan tetapi menurut Mahmud Siam, untuk menempatkan pedagang itu ada aturan mainnya, berupa produk hukum seperti Perda dan Perbup. Tidak sertamerta mengaku sebagai pedagang, lalu sudah harus menempati bangunan megah tersebut.

“Dari sekarang kami sudah menyiapkan regulasinya. Karena, di dalam ini ada aturan mainnya,” kata Mahmud.

Lebih jauh ia meminta pemahaman seluruh pihak. Sebab, selesainya bangunan ini dikerjakan tiga tahun anggaran. Bukan berarti secara keseluruhan sudah bisa difungsikan.

“Kita minta seluruhnya paham, bangunan ini dibangun untuk siapa? ya untuk pedagang. Bukan untuk kita. Artinya, tidak usah gegabah dan berspekulasi. Tidak sertamerta ketika bangunan ini selesai, lalu langsung diserahkan begitu saja,” jelas Mahmud.

Kabid Cipta Karya, Mast Irwan menambahkan, regulasi bangunan PTM itu tengah digodok. Diantaranya, untuk perioritas pedagang kering bukan pedagang basah.

“Pedagang PTM memang direncanakan untuk pedagang kering, seperti toko baju atau sebagainya. Tidak bisa satu tempat dengan pedagang sayur-sayuran,” beber Mast Irwan.

Menurut Mast Irwan, lantai 1 dan lantai 2 bangunan itu sudah selesai dikerjakan. Bahkan, untuk instalasi listrik lantai 1 dan 2 sudah dipasang.

“Lantai 1 dan 2 sudah siap listrik dan tokennya, untuk lantai 1 dan 2 sudah siap. Tinggal nyambung listrik sama gardunya saja.” tutup Mast Irwan.

Secara keselurahan, hearing ini mendengarkan pendapat seluruh pihak. Ketua Komisi III meminta kepada Disperindagkop UKM Lebong untuk menyiapkan UPTD dan regulasi pengelolaannya.

Turut hadir dalam Hearing tersebut, Kabid Perdangangan Arnaldi Sucipto, dan sejumlah pedang yang tergabung dalam PPL. (Jms/jmd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.